Black hole

Let me fall into your black hole, then I won’t even try to escape. I’ll build a comfy shelter to share with. If it’s possible, I’ll build a home to live in. To rest your heart at the safest place and the tightest hug you’ve ever known.
_
Let’s just hope, would it be happened?

Advertisements

How’s coffee?

“How’s your feelings?”
“Hey Cha, what’s up?”
“I’m just doing something that reminds me of you.”
“What are you doing?”
“Drinking coffee”

“Cha, I’m good. But I gotta go.”
“Yeah, sure. You always go. Glad to know you’re good.”
_
The convo happened on my mind because I refuse to be left.

Soulmate

You don’t have to look anywhere to find your soulmate, because you’re looking at one. You may have more than a soulmate, therefore it doesn’t have a common status. Soulmate is soulmate, a mate for your soul, one soul as mates. It’s different from a best friend, boyfriend/girlfriend, even family. Anyone can be a soulmate, but a soulmate can’t be anyone. A soulmate isn’t only able to get you, but also matches your soul (a combination of both feelings and physical, the same way of thinking, can’t only be carried one category). Soulmate is on another level where you just can’t understand what it is. You can’t explain the proximity it has, but you can always feel it.

Another Cinnamon Story

Miwa, seorang teman yang cukup sering saya sebut dalam blog ini, mulai¬†berkarya¬†di¬†studio panggangnya. Sebagai¬†seorang lulusan¬†pastry,¬†ia kerap¬†kali membuka¬†pre-order¬†kue yang didistribusikan dengan kurir¬†online¬†melalui¬†layanan aplikasi.¬†Pastry¬†terbaru yang ditawarkannya ke¬†pasar adalah¬†Cinnamon Rolls dengan¬†cream cheese¬†frosting.¬†Mendengar kata¬†‘cinnamon’ atau kayu manis¬†membuat saya¬†nggak mau ketinggalan batch kali¬†ini. Langsung aja saya pesan¬†saat kesempatannya dibuka.


Tadaa! Saya sengaja membuat konsep fotografi untuk sajian ini. Alasannya? Sesederhana saya cinta cinnamon. Ini makanan enak, yang dibuat oleh teman saya, dengan mimpi besar. Saya gak ingin memperlakukannya dengan biasa. Cinnamon Rolls ini harus diperlakukan dengan sangat layak.

Waffle Terenak Jakarta: Brown Fox Waffle & Coffee

Saya lupa bagaimana tepatnya kami kenal, namun kenangan pertama pada pertemanan saya dan Echa diawali dari kedai kopi di daerah Jakarta Barat. Say Something Meruya dan Simetri Puri Indah yang sekarang pindah ke Yogyakarta. Petualangan kuliner (terutama kopi) kami  yang banyak diselipi obral-obrol cerita dan rahasia, pengetahuan dan pengalaman, terus berlanjut hingga kini.

Salah satunya¬†hari¬†ini di Brown Fox Waffle & Coffee Pasar Minggu (kami belum setajir itu untuk sarapan di Bali). Hasil chat tiba-tiba di hari Minggu setengah sebelas malam diawali, “Besok kemana?” berakhir dengan “Brown Fox aja yuk! Tapi selasa.” Betul aja, hari Senin saya nggak bisa bangun karena sebadan-badan sakit semua.

Processed with VSCO with 4 preset

Tepat pukul 08:00, saya datang duluan karena sangat semangat baca¬†review dan¬†liat¬†foto-foto waffle mereka. Haha nggak deng, saya¬†berangkat¬†07:00 dari¬†Depok sedangkan¬†ia 07:30 dari¬†BSD ya¬†jelas¬†saya¬†yang sampai duluan. Setelah duduk dan lihat-lihat¬†koleksi¬†majalah¬†hipster mereka, saya¬†pesan¬†earl grey yang datang dengan¬†tea bag¬†beruang¬†lagi¬†mandi. “Lucu banget!”¬†pikir¬†saya, “Tapi dia mandi sendiri.”

Sekitar pukul 9 akhirnya¬†datang¬†juga partner icip-icip. Tanpa tunggu¬†lama, kami¬†pesan¬†Salted Caramel Waffle yang jadi¬†menu andalan.¬†It’s exquisitely¬†good. The texture, taste, smell, bundled up into something you never imagined. Manis asin dari saus karamel, creamy es krim vanilla, dan¬†crunchy almond bercampur dengan tekstur luar¬†waffle yang crispy dan¬†tekstur¬†dalamnya yang¬†moist.

2019-02-19 12.26.03 1.jpg

Harumnya waffle yang menguar dari dalam dapur bikin khayalan kami merajalela. Saat datang, tampilannya cantik sekali! Echa sibuk berterima kasih pada mas-mas waffle dan kami mulai mengagumi makanan ini. Bukannya norak, tapi kami bahagia. Seperti yang sudah-sudah, pola mengagumi tampilan, harum, dan rasa makanan/minuman Рngobrol Рsibuk masing-masing terulang hari ini. Kayaknya pola ini nggak akan terjadi kalau niat awal kami emang bukan untuk gawe deh.

Ini waffle ternikmat se-Jakarta yang pernah saya cicipi, Echa juga mengamini karena kemarinnya sempat coba waffle di daerah Dharmawangsa gak senikmat ini katanya.  Hari mulai siang, kami pesan salah satu pilihan savory menunya untuk mengimbangi manis-asin tadi pagi.

Processed with VSCO with  preset

“Gue ingin¬†grilled chicken di¬†situ, makanya pesen ini.” Saya sih percaya¬†aja¬†sama yang petualangan makannya lebih¬†liar dari saya. Kami kembali tenggelam¬†dalam¬†layar masing-masing. Echa dengan paginya yang gelisah memilih¬†Milky Fox. Namun karena nggak hilang, siangnya jadi¬†ikutan¬†saya¬† pesan¬†earl grey¬†karena¬†chamomile habis.

Dari sudut mata dan curi dengar saya, dari awal saya datang sudah ada bapak enam puluhan datang sendiri dengan MacBook-nya, ibu lima puluhan datang untuk take-out hot cappuccino dengan rambut catok dan dress batiknya, ibu-ibu gaul dan anak-anak SD swasta semangat memilih waffle, sepasang laki-laki dan perempuan makan bersama di sisi yang berbeda dengan kami, tiga orang perempuan datang dan mengobrol dengan seru, supplier datang membawa bahan produksi, hingga abang Gojek membeli pesanan GoFood.

Saya senang melihat ragam warga ibu kota dalam budaya kuliner kafe. Saya gak tau sih ini bisa dibawa ke penelitian dengan topik spesifik seperti apa, tapi jika ada yang ingin mengangkatnya, saya sangat senang jika diajak.

Refleksi tentang Trust Issue

Trust issue menjadi masalah yang tidak terlihat namun benar adanya. Mengapa demikian? Karena saya lihat sendiri bagaimana mereka yang memiliki masalah tersebut berhati-hati memberikan kepercayaannya. Di lain sisi, saya juga melihat bagaimana orang kebanyakan (yang saya lihat di media sosial, di film, lagu) bahkan di sekitar saya menyepelekan amanah yang diberikan seseorang kepadanya berupa rasa percaya. Saya terlalu banyak melihat? Ya, karena saya akui bahwa itu salah satu keahlian saya. Saat beberapa diam untuk mengosongkan pikiran, berkhayal, atau untuk berpikir, diam saya lebih banyak untuk mengamati (berkhayal urutan kedua).

Minggu ini saya bertemu beberapa teman dekat yang menyadarkan beberapa hal terkait trust issue. Dari mereka saya mulai menghubungkan titik-titik untuk menemukan tujuan keberadaan saya di dunia ini, mengapa saya begini dan bagaimana saya dapat menyikapi banyak hal.

Continue reading “Refleksi tentang Trust Issue”

Ready When You’re Not

Be ready, anytime and anywhere. Not to chase what’s going, because what’s going may not be yours. But to welcome what’s coming, because what’s coming will be yours and it’s not wise to wasting.

Tafia, February 11, 2019

“Be ready” is a wide concept. You’re not only need to be physically strong, emotionally stable, fully aware of yourself (your interest, your¬†skills, your capability, your willingness to embrace novelty, but also have control not to let others determine you, not to let them judge who you aren’t. Do not trust others fully, but you got to give them space freely.