Rupita

Namun hari ini, Rupita berhasil mencabut paku Eleazar yang selama ini sulit dibuang.

Rupita telah berhasil berhenti peduli pada Eleazar.

Rupita bahagia.

[16 Februari 2015]

Advertisements

Rupita & Eleazar

Rupita yang menaruh hati pada Eleazar langsung menuju ruangan dimana suara Eleazar berasal. Seperti magnet, dengan lincah dan gesit ia melewati pecahan beling di lantai. Rupita mampu sampai di ruangan tersebut hanya dengan beberapa kedipan mata.

Rupita yang menaruh hati pada Eleazar langsung menuju Bandung kota untuk memesan tiket pesawat ke Jakarta demi mengantar keberangkatan Eleazar yang akan melanjutkan studi di negara dua benua.

Rupita yang menaruh hati pada Eleazar langsung menuju rumah sakit yang disebutkan reporter berita tadi. Kecelakaan mobil hebat di Tol membuat hati Rupita kembang-kempis menunggu berita keadaan Eleazar. Tak sabar, ia pun menyusul Renata, sepupu Eleazar, untuk menjenguk.

Rupita yang menaruh hati pada Eleazar mencoba menulis surat yang berkesan tanpa kesan memaksakan kehendak. Rupita sedang berusaha mendapatkan hati Eleazar kembali.

Rupita yang menaruh hati pada Eleazar memang tidak secantik pacar Eleazar sekarang.

Rupita yang menaruh hati pada Eleazar akhirnya sadar bahwa hatinya telah terpaku.

Rupita cinta Eleazar.

[27 Juli 2014]

Aku Gak Bisa Balik ke Kamu Lagi

Segelas ovaltine dingin dan semangkuk bubur hangat terhidang di depan kami. Aku dan seorang teman membuat janji untuk bertemu Selasa pagi ini, menceritakan perjalanannya bertemu cinta yang selama ini ia dambakan.

“Hampir setiap hari gue ke sini. Ini bukan sekedar warkop melainkan rumah kedua gue. Semua yang di sini udah bosen kali ya liat muka gue,” mulainya.

“Jadi gimana, kok lo bisa sama dia sih? Rumah dimana, sekolah dimana, kuliah dimana. Ketemu kapan?”

Sup

tumblr_n3esfhCc9u1rmfenro1_1280

Hujan deras mengguyur kota. Jarak pandang jalanan menjadi sempit akibat rintik yang jatuh bertubi-tubi dan hawa dingin yang mengajak kabut bermain. Harum campuran rempah, kaldu, dan wortel rebus dari arah dapur menggelitik indera penciuman, mengacaukan indera pengelihatan yang sudah lebih dulu terkoneksi penuh dengan otak untuk mencerna susunan huruf dan rangkaian kata yang tercetak pada halaman buku.

Continue reading “Sup”