Pablo Neruda: The Saddest Yet Beautiful

Ketidakhadiran dosen karena kondisi apapun selalu menciptakan campuran perasaan kecewa dan lega. Kecewa karena tidak ada penjelasan berapi-api tentang tulisan-tulisan dalam slide dan lega karena pasti tidak akan ada kuis hari itu. Pada kekecewaan siang ini, aku iseng mencari nama brand dari gelang ‘mahal tapi gitu doang’nya salah satu fashion blogger favorit.

Setelah buka website sana-sini, aku mengakhiri pencarian dengan membuka blog Evita Nuh dan menemukan tulisan tentang tempat kesukaan ketika bertemu dokter yang telah bertahun-tahun menjadi pendengar setianya. Pada suatu baris, Evita memenggal puisi dari seorang penyair bernama Neruda. Sebuah puisi sedih yang mampu mengetuk rasa penasaranku. Inilah versi lengkap dari penggalan puisi dalam salah satu post blognya yang diberi judul dengan quote Pablo Neruda “I love you as certain dark things are to be loved, in secret, between the shadow and the soul.

Tonight I can write the saddest lines.
 
Write, for example,’The night is shattered
and the blue stars shiver in the distance.’
 
The night wind revolves in the sky and sings.
 
Tonight I can write the saddest lines.
I loved her, and sometimes she loved me too.
 
Through nights like this one I held her in my arms
I kissed her again and again under the endless sky.
 
She loved me sometimes, and I loved her too.
How could one not have loved her great still eyes.
 
Tonight I can write the saddest lines.
To think that I do not have her. To feel that I have lost her.
 
To hear the immense night, still more immense without her.
And the verse falls to the soul like dew to the pasture.
 
What does it matter that my love could not keep her.
The night is shattered and she is not with me.
 
This is all. In the distance, someone is singing. In the distance.
My soul is not satisfied that it has lost her.
 
My sight searches for her as though to go to her.
My heart looks for her, and she is not with me.
 
The same night whitening the same trees.
We, of that time, are no longer the same.
 
I no longer love her, that’s certain, but how I loved her.
My voice tried to find the wind to touch her hearing.
 
Another’s. She will be another’s. Like my kisses before.
Her voice. Her bright body. Her infinite eyes.
 
I no longer love her, that’s certain, but maybe I love her.
Love is so short, forgetting is so long.
 
Because through nights like this one I held her in my arms
my soul is not satisfied that it has lost her.
 
Though this be the last pain that she makes me suffer
and these the last verses that I write for her.

Pablo Neruda

“Cha, kok judulnya yang Terindah?”

“Isi puisi ini menunjukkan kontradiksi perasaan antara tetap ingin merasakan hal yang sama namun mampu melepaskan yang telah pergi. Tidak memaksa, sederhana, dalam pengondisian diri dari sakit hati yang bertubi. Kompleksitas itu indah, jika kamu memahaminya.”

Advertisements

Kamu: Kenyataan yang Belum Terjadi

Akibat Nic & Mar episode dua, scene bianglala, aku jadi mau nulis sesuatu tentang Kamu. Kamu di sini bukanlah Kamu yang biasa aku tulis dalam beberapa tahun belakangan. Kamu yang ini berbeda. Kamu yang ini belum berwujud. Makanya, tulisan tentang Kamu kali ini diberi judul seperti di atas.

Kamu, berjalan di tengah rintikan hujan. Tidak peduli dingin atau basah, terus menerobos angin menuju kelas pertama Continue reading “Kamu: Kenyataan yang Belum Terjadi”

LINE Story: Nic & Mar

Nicholas Saputra, selalu nikmat menonton film-filmnya. Ada ciri khas yang bikin film yang diperaninya beda dari film-film lain. Cerita cinta, tapi gak pasaran. Atau karena memang ngefans sama dia? Pastinya, dia punya kharisma yang gak dimiliki aktor manapun. Terlalu subjektif ya haha.

Lama gak keliatan di depan layar, sekarang Nicholas main di mini drama yang diproduksi LINE, aplikasi yang lagi hits dipake semua orang. Nic & Mar, judulnya. Simpel dan menarik. Setelah LINE ngeluarin mini drama lanjutan AADC, sekarang, perusahaan asal Jepang yang buka cabang di Indonesia itu, bikin mini drama baru ini. Ringan, seru, bikin baper. Entah kenapa aku baper. Semoga bukan karena nonton episode dua sampai lima pada pukul setengah dua pagi.

Bapernya karena ada cowok semanis itu. Maksudku, lucu aja mereka dengan santainya jalan-jalan bareng, menceritakan satu sama lain dalam bentuk monolog, dan ternyata (dalam cerita) dulunya pernah pacaran. Nic baru putus, Mar cuma deket sana-sini tapi gak ada yang serius. Kayak emang udah takdir mereka ketemu lagi dan menghabiskan waktu bareng dan Mar baper gara-gara cewek bernama Sasha dan Nic bingung.

Episode enam muncul Kamis minggu depan. Sabar, Cha.

Sudah pagi, tidak bisa tidur. Ini teaser Nic & Mar.