Friend Request Eleazar

Setelah Februari lalu Rupita memantapkan hati, ia hidup dengan bahagia. Lebih membuka diri pada kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi, tanpa menimbang rasa. Namun, hidup bukan hidup kalau tidak memiliki rencana rahasianya. Eleazar tiba-tiba memberi kabar duka atas perginya salah seorang yang mereka kenal. Tidak lama berselang, terdengar pula kabar yang lebih membuat Rupita pertama kalinya tidak mempercayai indera pendengarannya.
Beberapa jam setelah kabar dari Eleazar, ponsel Rupita berdering. Tidak mengenal nomor tersebut, ia mengangkat dengan terheran-heran.

“Halo?”
“Rupita, ini gue. Gue punya kabar buat lo. Tapi tolong, jangan kaget. Cukup gue aja yang kaget.”

Seorang sahabat mengajak untuk melayat bersama. Rupita ingin sekali, namun karena keadaannya sedang di luar kota, dengan berat hati ia tolak. Tidak hanya itu, sahabat tersebut sebenarnya ingin mengabarkan bahwa Eleazar sudah tidak berstatus. Kaget mendengar hal tersebut, Rupita meminta bukti.

Sebuah pengumuman implisit di muka publik ternyata telah dibuat. Ketidaktahuan Rupita disebabkan tidak terhubungnya media sosial Rupita dengan Eleazar. Memang, beberapa menit setelah Eleazar memberikan kabar, muncul notifikasi friend request di kedua medsos Rupita.

“Ahh besok aja deh di-accept-nya.” kata Rupita pada diri sendiri.

Advertisements