Kopi, Malam, dan Hati

Kopi malam ini terlalu dingin, terlalu pahit.

Seperti malam yang terlalu berangin dan pekat.

Seperti pemilik hati yang menyeduh kopi itu.

Hanya untuk membandingkan mana yang lebih buruk, kopi parah malam ini atau hati patah malam ini.

Advertisements

Dear Aul

Dear Aul,

wp-image-99888938jpg.jpgterima kasih karena jadi partner aku selama tiga hari ini. Kelompok 14 gak akan seseru itu kalo bukan karena kamu. Aku seneng liat kamu semangat banget hari pertama, sampe semua jobdesc kayaknya bisa kamu abisin sendiri haha. Kadang kalo kamu udah tidur siang, aku gak tega mau bangunin. Jadi, aku biarin orang lain yang memutus mimpi siangmu. Continue reading “Dear Aul”

Lanjutan 2.3.7

Penghuni 2.3.7 tahun 2016

Tahun lalu aku pernah cerita tentang keadaan 2.3.7 di awal tahun ajaran. Bedanya, 2.3.7 tahun ini dihuni oleh keluarga baru. Keluarga yang ini lebih santai, lebih dekat, tidak canggung, lebih terbuka, lebih seru, lebih keluarga daripada keluarga yang lalu. Cerita tahun ini lebih berwarna seiring perubahan kami yang semakin dewasa. Ada kisah cinta yang belum tahu arahnya kemana, ada para pembangkit mood dengan hanya melihat ekspresi mereka saat ngorbol dengan satu sama lain, ada yang jadi penyemangat bagi beberapa orang, dan hal-hal lebih lainnya. Intinya, aku lebih sayang keluarga yang ini.

Pertama mengenal mereka, Continue reading “Lanjutan 2.3.7”

Komponen Puzzle dari Udara

Seperti dalam cerita yang dipimpin oleh tokoh pemegang kekuasaan, informasi dengan cepat dapat ditangkap. Sedikit informasi yang dicuri dari udara yang menggantung di antara kita menjadi tiket emas sekaligus potongan-potongan puzzle yang akan melengkapi hasil akhir nanti. Segala kemungkinan disusun, disatukan dengan fakta, didukung kekuatan teknologi (internet) yang hingga sekarang masih berada di atas rantai informasi, serta celah diantara kesempatan yang sempit, menghasilkan jawaban baru. Jawaban baru yang sederhana. Sesederhana satu kata yang diawali dengan simbol khas masa kini. Jawaban sederhana tersebut menjadi kunci pertanyaan-pertanyaan baru yang merupakan variabel pada pencarian selanjutnya. Jawaban sederhana tersebut memunculkan kemungkinan-kemungkinan dengan hasil yang hanya dapat diubah dengan ego manusia.

Hasil yang hanya bisa didapat dengan kebiasaan mencari bertahun-tahun, kelihaian memilah informasi yang berseliweran tanpa arah di anatara ributnya mulut berebut aksi, koneksi yang terpercaya, hubungan baik, serta kemampuan analisis ala detektif (Conan) yang membuka kemungkinan-kemungkinan di sekitar, kemudian dikerucutkan menjadi opsi-opsi yang ramping.

If I Fell

IMG-20141021-WA0005
Anomali Coffee, Senopati (2013)

Kenangan semalam terngiang kembali, seiring pening yang menghantam selagi mengumpulkan kesadaran. Sudah seminggu aku mengenalnya, beberapa kali mengobrol membuatku jatuh hati. Karakternya unik.

Semalam, aku menyadari bahwa tidak hanya kepribadiannya yang unik tapi juga senyumnya yang manis. Mata kecilnya berbinar setiap kali tertarik pada satu topik bahasan kami. Lampu kota di luar dan dua cangkir hot coffee latte menyaksikan kekagumanku pada sosoknya.

Continue reading “If I Fell”

The Reason Why I Moved

Actually, this is the first post of mine here. But I will transfer some of my writings from the previous blog. I also customize the date when they were first posted, so I will remember the moment why or where or when I posted it. I have some reasons to do ‘the move on’, one of them is that I found out about plus and minus of using wordpress. From some articles, I assumed that wordpress is better than my previous blogging platform. It’s like starting my life all over again with some memories from the past. I would love to customize here and there, choose the right labels for my posts, feel safe to have full control on my own blog, etc. So… yeah, here I am.

Untuk Bulan yang Bersedia Aku Tatap

Bulan purnama terlihat cantik malam ini. Sesekali aku sempatkan meliriknya di tengah hiruk-pikuk pikiran yang berkecamuk akhir-akhir ini. Mungkin malu, ia memanggil sekumpulan awan untuk bersembunyi dari tatapanku. Tenanglah sayang, aku hanya ingin menatapmu. Tidak perlu begitu, tidak perlu malu. Seperti mengerti harapanku, ia berterima kasih dan membiarkan awan sirna dari hadapannya.

Beberapa kali aku coba memikirkan opsi-opsi untuk lebih dekat denganmu dan cahayamu. Namun apa daya, tidak satupun opsi yang terpikirkan mampu direalisasikan karena terlalu tidak realistis. Dengan perbandingan 1:1.000, aku bisa apa?

Sayang, bukan maksud hati membuatmu terlalu lama menungguku. Namun, masih ada yang harus aku selesaikan di bawah sini. Maukah kamu menunggu lebih lama lagi? Menunggu dalam ketidaktahuanmu mungkin akan lebih baik. Sehingga keluhan lelah menunggu, akan jauh dari bibirmu yang bertautan dengan dinginnya malam. Tunggu aku pulang, aku pasti akan pulang. Bertemu dengan mu, sayang. Bagaimanapun caranya.

I’ve been infected with selenophilia since I was little.

Well Said, August

“Everyone says love hurts, but that is not true. Loneliness hurts. Rejection hurts. Losing someone hurts. Envy hurts. Everyone gets these things confused with love. But in reality, love is the only thing in this world that covers up all pain and makes someone feel wonderful again. Love is the only thing in this world that does not hurt.”  – Liam Neeson