01:59

Apa kabar?

Ada yang tersembunyi di balik bibirmu yang terkatup.
Entah kamu yang menghindarinya untukku
atau untukmu.
Tidak semua yang terjadi, kamu ceritakan.
Hanya mengikuti arus-arus topik yang aku bawa tanpa kamu mengarahkannya.

Katamu, berbuat baik lah.
Kataku, berharaplah.

Tapi memiliki harapan tidak semudah kedengarannya.
Ada rasa yang tetap dijaga demi keutuhan diri
dengan tidak menuntut apa-apa

Sebuah pertemuan boleh dianggap lalu,
namun tidak ada yang tahu bagaimana kesempatan tersebut
mengakibatkan gejolak pada yang lain.

Advertisements

Malam yang Terjaga

Ingin rasanya menyinggung tentang Kita. Tapi aku tidak bisa mengatakannya.
Atau lebih tepatnya tidak mau, karena takut.
Terlalu takut,
takut menghancurkan malam.

Aku sudah lihat usahamu untuk tidak menyebutkan kata-kata sensitif.
Dengan handal kamu berhasil membaca suasana, memprediksi apa yang akan terjadi jika mengatakan ini dan itu.
Bukan untukmu, namun untukku.

Jadi, terima kasih.
Untuk tidak menghancurkan malamku.
Maka akupun tidak sampai hati,
untuk menghancurkan malammu.

Malam senin, the deadline

Rangga, Bandara Kepastian

Dari jendela

kau melihat bintang-bintang tanggal

satu demi satu

berulang mengucapkan

selamat tinggal

Kadang ku pikir

lebih mudah mencintai semua orang

dari melupakan satu orang

Jika ada seorang terlanjur menyentuh inti jantung

mereka yang datang kemudian

hanya menyentuh kemungkinan

Ada Apa Dengan Cinta 2

Mungkin Sekarang

Terserah bagaimana hidup bermain
menentukan plot cerita dengan turbulensi mendadak.
Bergejolak membuat saya ingin muntah,
namun pada waktu lain terbang seringan kapas.

Kapan kita merasa ini semua tidak adil?
Padahal sebenarnya hanya untuk memberi warna.
Mana aku tahu bahwa kamu sebenarnya tidak kemana-mana.
Kehilangan tahun-tahunku bersamamu hanya membuatku

senewen.

Tahukan artinya?

Terlepas dari itu, terlepas dari yang telah terlewati
yang terpenting kamu dalam pelukan. Sekarang.
Terlepas rasa sakit yang seakan tak berujung,
kesempatan kedua untukku, untuk kita,
datang. Jadilah bahagia,
sekarang.

__________

Inspired by: baru nonton AADC 2

Dari Jendela Aku Melihat Punggungmu yang Semakin Jauh.

Ini semua tentang rasa. Rasa yang tertahan, rasa yang dengan bodohnya tetap berdiri dan tidak bergerak. Ia mematung bagai prasasti. Mati tak teridentifikasi. Mati… Atau dianggap mati?

Pergolakan masa lalu yang tiba-tiba datang menghampiri, mengetuk, mengganggu. Kalau begini ceritanya, tidak usah merasa saja sekalian.

“Lebih baik tidak usah bertemu daripada saya harus memilih.”

“Ketidakhadiran dan kesempatan yang tidak memihak.”

“Kenyataan memang plin-plan, mengutuk atas kebodohan refleks diri.”

“Maaf.”

Pernyataan tegasmu, terima kasih aku hargai.
Biarlah aku yang merasa,
Perasaan ini urusanku. Biarkan aku yang mengatasinya.
Biarkan saya berdamai.

Sementara kamu, urusi saja urusanmu.

__________

Inspired by: baru nonton Ada Apa Dengan Cinta 2

Yellow-Light Night

I was holding a laugh when u said “Wait, can I take ur pic again? Bcs u look like a comic drawing.” Maybe you’re just comic hangover I guess. “Or… Maybe it’s just the lights.” I denied

Rasa (18)

Kala itu, roda sepeda berputar tak kenal lelah
Sms masih jadi yang utama, mengajak bertemu

Sama siapa, sendiri?
Tidak, sama temanku.
Mana?
Itu, yang memutari taman.
Ajak lah ke sini.
Tak bisa, malu katanya.
Sayang sekali.
Aku juga sayang.
Eh kenapa?
Tidak jadi.

Inspired by: one sweet afternoon, i got ur acoustic video