Selamat Tanggal 17: Sedikit Cerita dari Keluarga Kecil

Melihat pasangan muda berjalan di depan rumah, membawa serta anak kecilnya melihat ayam yang belum diberi makan. Mengajak si kecil melihat bentuk nyata beberapa ekor ayam yang selama ini hanya dilihat dari buku, internet, maupun televisi. Bergandengan tangan, menyiratkan keluarga kecil nan bahagia.

Dulu aku berada di posisi anak itu. Selama lima tahun jadi satu-satunya anak yang merengek minta diberi adik, untuk diajak bermain. Keluarga kecil yang terdiri dari tiga orang, dalam beberapa tahun melebar jadi lima orang. Tiga orang anak yang berebut minta digendong.

Siapa yang bisa membayangkan sebelumnya, si tukang gendong perlahan membawa kabar bahwa ia akan pergi dalam dua tahun. Kepergian yang tidak punya jalan kembali. Menghilangkan sosok penghapus air mata & pemberi pelukan paling erat di muka bumi, untukku, juga untuk belahan jiwanya.

Hari ini Indonesia ulang tahun, pun juga dirimu. Seharusnya umurmu lima puluh satu, namun ragamu terhenti di empat puluh dua kurang enam bulan dua hari. Tidak apa, waktu punya caranya sendiri untuk menghentikanmu. Namun aku, punya caraku sendiri untuk tetap bersamamu, papa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s