Dear Acha,

seperti yang sudah-sudah selama tiga tahun, kali ini aku juga akan menulis surat untukmu. Bukan sebagai resolusi seperti orang-orang, hanya untuk pengingat.

Selamat, kelulusanmu hanya tinggal hitungan bulan (semoga). Aku harap kepercayaan diri dan keoptimisanmu masih sebesar saat kamu dengan seenaknya hanya mencantumkan satu pilihan pada seleksi undangan masuk PTN beberapa tahun lalu. The universe conspires to help the person who knows where they are going and what they want.

Ingat, seperti kata beberapa orang di sepanjang tahun, kamu gak harus selalu berpikir. Beri ruang untuk merasa, karena gak semua butuh logika.

Memulai adalah bagian tersulit, tapi jangan putus asa, oke? Karena akan ada yang pertama dalam segala hal. Kamu gak perlu takut. Semua balik lagi ke cara pandangmu pada sesuatu. Kalau kata Payung Teduh, mengapa takut pada lara sementara semua rasa bisa kita cipta. Tuh kan rasa aja bisa dibangun, masa pikiran engga.

Omongan adalah doa, ingat baik-baik itu. Kamu udah lihat kan gimana magisnya kata-kata yang tanpa permisi berubah nyata?

Keberanianmu untuk menyatakan keinginan, meningkat. Keinginan untuk tahu, untuk melakukan sesuatu. Meskipun beberapa isu masih senang disimpan, gapapa itu proses. Jadi seperti Buty, berani bilang apapun yang ia harapkan dan yang gak ia harapkan dengan jelas, agar orang lain mengerti. Nih, sebagai pengingat aja sih

Karma itu ada. Hargai diri sendiri, hargai orang lain, karena kamu gak pernah tau perjuangan yang mereka lewati sampai akhirnya ada di depanmu. Rajin tersenyum, bikin orang bahagia bisa sesederhana itu. Kebaikan kamu dapetin kalau kamu kasih kebaikan juga ke orang lain. Kalau boleh mengutip omongan seseorang, “Do good and good will come to you.”

Belajar terus, jangan pernah bosen. Apapun. Terlalu banyak hal bagus yang kamu lewatin kalo gak belajar lebih banyak. Lalu, selesaikan apa yang kamu mulai, jangan pernah lelah untuk bertanggungjawab atas pilihan yang kamu ambil.

Terakhir, kamu udah tahu cara melepaskan diri dari kenangan yang menggerogoti pikiran dan hati mu selama kurang lebih sembilan tahun. Lakukan. Gak usah membahas, yakinkan diri kalau namanya gak lagi bergaung menggetarkan hati.

Semua benda berjalan dengan cara dan waktunya masing-masing. Benda mati seperti planet punya rotasi dan revolusinya sendiri. Air dengan siklusnya menjalari setiap lini kehidupan. Tumbuhan kopi punya cara beragam dan waktu yang berbeda untuk bisa tersaji ke hadapanmu. Begitu juga dirimu. All is well.

Tertanda,

Acha

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s