Matamu bermain
menatap lalu berpaling
menerawang ke awang-awang
lalu tersenyum
sedikit menahan tawa
mungkin malu
mungkin canggung
entahlah

Maaf
aku yang spontan ini
menyambut mereka
yang lama tidak terlihat
menyapa dengan semangat
karena
terlalu senang
terkesan sangat dekat
padahal tidak sedekat
yang mungkin dipikirkan
tapi inilah aku,
yang sekarang

Kembali ke jalur obrolan,
pada jarak proksemik
level pertama,
matamu bermain
menatap lalu berpaling
menerawang ke awang-awang
namun tidak tersenyum
terjadi perubahan yang dirasa
atas sikapku
beberapa menit lalu

Tidak perlu mengaku
aku sudah tahu
dari sikap itu
bahwa kamu
tidak suka begitu
tidak apa
mungkin aku akan
melakukan
yang
sama
sepertimu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s