Matanya menghangat, larut dalam rasa takut. Seperti berjalan dalam ruang penuh kaca tipis. Salah salah bisa terinjak dan pecah, merusak kaca menjadi kepingan, juga melukai kaki hingga mengalir darah. Menyudutkan keinginan untuk memiliki harapan.

Matanya menghangat, ingin lelap dalam larutnya malam. Namun kata-kata membajak ke sudut-sudut pikirannya. Mencoba menjelaskan seonggok rasa. Orang bilang sulit deskripsikan rasa, yang lain bilang coba saja tidak akan dosa.

Maka ia coba merangkai kata. Satu demi satu. Usaha yang sia-sia, sepertinya. Karena kepala mulai berputar seiring beratnya mata, mendesak ingin terkatup. Membawanya ke alam mimpi, untuk sejenak melupakan kegundahan.

Orang bilang, tidur adalah cara terbaik untuk sekedar rehat dari segala masalah. Bukan masalahpun, rasanya kata-kata yang menggerayangi dapat sirna seketika. Maka ia coba merebahkan kepala, bersama rintik hujan yang mulai mengetuk jendela.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s