Percakapan Kecil: Sudah Berapa Lama?

Akhir-akhir ini, aku jadi sering menggunakan angkot lalu ojek (yang dikendarai oleh satpam) kompleks untuk sampai rumah dibanding ojek online karena satu dan lain hal. Beberapa kali pulang lebih malam, suasana sepi mengembalikanku pada ingatan tentang kompleks ini. Membangkitkan pertanyaan-pertanyaan yang berkecamuk tentang segala hal, yang melekat pada sudut-sudutnya. Salah satunya adalah tentang lamanya para …

Pulang (20)

Menunggu kejelasanmu hanya membuang waktuku di sini. Keinginan manja yang sebenarnya bisa kamu penuhi sendiri, membuatku semakin rumit. Aku tawarkan solusi. Bagaimana kalau kamu mencari orang yang punya banyak waktu untuk meladenimu, sementara aku kembali dan melakukan hal-hal yang harus aku lakukan. Hal pertama dari serentetan hal tersebut adalah pulang. Karena mereka yang di sana, …

Pulang (19)

Ketidakmampuanku dalam membayangkan  perjalanan pulang semakin membuat sedih. Melakukan segala cara untuk tidak memikirkan rumah, kadang terasa lebih berat dari hidup di sini. Masih banyak yang harus diselesaikan, tidak bisa ditinggal. Kata ibu, jadilah manusia yang bertanggung jawab. Ternyata, kalimat tersebut tidak semudah yang diucapkan.

Pulang (16)

Aku akan pulang besok. Enam tujuh delapan bahkan sepuluh jam perjalanan daratpun akan aku jalani dengan tegar. Sebenarnya, Tegar adalah nama tengahku. Gipionni Tegar Adityakusuma, kenalkan. Gi, panggilnya. Karena untukku, lelah hanyalah masalah fisik. Tapi sampai ke rumah, merupakan hal yg tidak bisa dibayar oleh apapun. Karena di sanalah kenangan masa lalu, harapan masa depan, …

Pulang (13)

Pulang ke rumah atau kembali ke kostan? Kembali ke rumah atau pulang ke kostan? Saat pulang, harusnya aku tak perlu memikirkan apa yang harus aku lakukan di hari esok, untuk diriku sendiri. Saat pulang, seharusnya menjadi tempat terakhir, tanpa harus merapihkan tas dan bersiap untuk pergi lagi. Tetap bagiku pulang itu ke rumah. Semoga secepatnya, …

Pulang (12)

Pulang bagiku adalah kembali ke pelukan Ibu; karena dimanapun dia berada aku selalu merasa di rumah. Siap-siap ya untuk kamu yang akan mengisi hari-hariku; kelak aku pun akan menjadikan dekapmu sebagai rumahku. Untuk pulang melepas rindu. - Fransisca Anjani fransiscaanjani.tumblr.com