Minggu Bersama Ia, Orang Itu, dan Dua Sejoli

Pagi itu, bangun pagi merupakan kegiatan yang menyenangkan untuknya. Menyambut hari dimana ia akan melakukan hal lain bersama orang itu. Menorehkan kenangan lain bersama orang itu. Membantu orang itu mengerjakan pekerjaannya yang (biasanya) melelahkan. Menjadi satu atau dua alasan pekerjaan tersebut berjalan dengan baik. Ia tidak berharap lebih. Nyatanya, ia mendapatkan lebih. Mungkin memang begitu …

Hujan Malam Itu

Suara rintik berpadu dengan melodi dalam ruang Menemani wajah-wajah lelah yang sedang menuju pulang Merambat indah diantara kaca yang bergetar Bertemu, bersatu padu di bawah cahaya lampu jalan yang berpendar Keabsenan cengkerama antara kami berlanjut Sampai ia yang memecah dengan pertanyaan sederhana Saking sederhananya hingga membuatku terkejut Bagaimana hal tersebut dapat terpikir olehnya Beberapa kali …

Suaramu Lewat Telepon

Suara itu berubah seiring waktu, semakin berat dari terakhir kali suara kita bertemu, yang dirasa memang tidak sekuat dulu, namun masih terjaga dari masa lalu. __________ Inspired by: percakapan singkat tentang kerjaan, bukan perasaan, lewat telepon (yang sekarang banyak gratisnya, gak lagi harus bayar sembilan ratus ribu rupiah per bulan).

Lol, it was funny how we tried to quip covertly on each other but stay cool afterward. - Between a super delicious-giant-portion dinner, etc.

Butuh Kreatifitas Agar Pertemuan Terjadi

Seorang teman bilang kalau itu hanya bisa-bisaan pribadi saja. Memang benar. Aku lihat keadaanmu, aku analisis sisiku dalam kegiatanmu. Lalu aku jadikan kamu sebagai bagian dari kegiatanku, sebagai alasan agar pertemuan terjadi, untuk memberimu tempat kecil dalam kehidupanku, agar komunikasi terasa hidup. Untuk itu, aku harus memutar otak, menjadi kreatif, menciptakan simbiosis mutualisme, meskipun sebenarnya lebih …

01:59

Apa kabar? Ada yang tersembunyi di balik bibirmu yang terkatup. Entah kamu yang menghindarinya untukku atau untukmu. Tidak semua yang terjadi, kamu ceritakan. Hanya mengikuti arus-arus topik yang aku bawa tanpa kamu mengarahkannya. Katamu, berbuat baik lah. Kataku, berharaplah. Tapi memiliki harapan tidak semudah kedengarannya. Ada rasa yang tetap dijaga demi keutuhan diri dengan tidak …

Malam yang Terjaga

Ingin rasanya menyinggung tentang Kita. Tapi aku tidak bisa mengatakannya. Atau lebih tepatnya tidak mau, karena takut. Terlalu takut, takut menghancurkan malam. Aku sudah lihat usahamu untuk tidak menyebutkan kata-kata sensitif. Dengan handal kamu berhasil membaca suasana, memprediksi apa yang akan terjadi jika mengatakan ini dan itu. Bukan untukmu, namun untukku. Jadi, terima kasih. Untuk tidak menghancurkan malamku. Maka akupun …

Dari Jendela Aku Melihat Punggungmu yang Semakin Jauh.

Ini semua tentang rasa. rasa yang tertahan. rasa yang dengan bodohnya tetap berdiri dan tidak bergerak mematung bagai prasasti, mati tak teridentifikasi. mati... atau dianggap mati? pergolakan masa lalu yang tiba-tiba datang menghampiri, mengetuk, mengganggu. kalau begini ceritanya, tidak usah saja merasa sekalian. "lebih baik tidak usah bertemu daripada saya harus memilih." "ketidakhadiran Kesempatan yang …

Rasa (18)

Kala itu, roda sepeda berputar tak kenal lelah Sms masih jadi yang utama, mengajak bertemu Sama siapa, sendiri? Tidak, sama temanku. Mana? Itu, yang memutari taman. Ajak lah ke sini. Tak bisa, malu katanya. Sayang sekali. Aku juga sayang. Eh kenapa? Tidak jadi. Inspired by: one sweet afternoon, i got ur acoustic video