Di Altar

Sebuah iseng berdiri di atas sofa, di bawah lampu sorot ala ala, dengan penekanan suka-suka, berbuah rekaman suara.

Salam,

tiga pagi.

Advertisements

May Day

Pernah liat dokumentasi kegiatan di @POST_santa tentang menulis suka-suka berupa puisi, cerita pendek, dan lain-lain yang merupakan interpretasi dari photobook berjudul InTransit:23 karya Fransisca Angela. Ketertarikan itu aku bagi di twitter dan coba minta dikabari kalo ada yang punya photobook untuk dipinjam. Karena gak ada yang bilang-bilang, akhirnya terlupa. Kemarin (30/4) liat ada photobook Diana F+ More True Tales & Short Stories di KUNST House. Setelah izin sama Galih (sebagai empunya) untuk dibawa balik ke kosan, aku berencana merayakan Hari Buruh ini dengan bikin puisi, cerita pendek, dan lain-lain yang terinspirasi dari photobook. Ini bukunya:

2018-05-02 07.04.48 1.jpg
Society of Lomographers. Diana F+ : More True Tales & Short Stories. 2007. Vienna: Lomographic Society International.

Gak semua foto dikembangkan, hanya beberapa yang menurutku menarik:

Continue reading “May Day”

Kecenderungan yang Kurang Tepat, Tergantung pada Perspektif

Beberapa hari lalu setelah berkontemplasi dari hasil mempelajari agar lebih mengerti seseorang, sebut saja si A, tercetus sebuah kalimat yang dapat diaplikasikan ke berbagai pihak dan dalam situasi yang beragam: “kita cenderung memperlakukan orang lain dengan cara bagaimana kita ingin diperlakukan dan/atau cara yang kita ketahui, bukan memperlakukan orang lain dengan bagaimana mereka ingin diperlakukan dan/atau cara yang mereka ketahui.” Kalimat ini muncul setelah adanya penjelasan singkat hasil ngobrol-ngobrol tentang kerjaan. Lalu obrolan meluncur ke berbagai individu yang terlibat dalam kerjaan tersebut, lalu pemimpin diskusi mendeskripsikan cara memperlakukan si A saat ia sedang tidak dalam mood yang bagus. Kurang lebih kalimatnya seperti ini,

“Kalau lihat teman saya yang itu diam saja dengan muka ditekuk, gak usah digubris ya. Ngomong seperlunya aja, diemin aja, nanti malah kamu yang kena semprot. Dia emang begitu, bukan kamu yang salah kok, jangan diambil hati ya. Nanti juga baik sendiri.”

Continue reading “Kecenderungan yang Kurang Tepat, Tergantung pada Perspektif”

A Poem

To celebrate the World Poetry Day on March 21st, my best-not-so-like-to-celebrate-anything-friend offered to make me a poem. She asked the theme, then I gave her some words to use to make her less complicated in making the poem. One day later, she gave me the link to her poem. So, here it is

Tikam Menikam

Kekaguman Malam: Sariwangi & Oreo

Siapa yang gak tau lagunya iklan Teh Sariwangi yang pakai osmofilter? Well, ada sih. Tapi rata-rata pasti pernah liat di TV atau YouTube. Jingle yg dinyanyiin Inneke Koesherawati itu sangat ikonik, sederhana, tapi bisa mendeskripsikan produk dengan begitu singkat dan padat. Meskipun udah lama, sayangnya gue baru sadar beberapa hari lalu. Haha, telat banget sih. Tapi ya gapapa daripada gak sadar sama sekali.

Coba kita nyanyiin:
Continue reading “Kekaguman Malam: Sariwangi & Oreo”

Rangga, Bandara Kepastian

Dari jendela
kau melihat bintang-bintang tanggal
satu demi satu
berulang mengucapkan
selamat tinggal

kadang ku pikir
lebih mudah mencintai semua orang
dari melupakan satu orang

jika ada seorang terlanjur menyentuh inti jantung
mereka yang datang kemudian
hanya menyentuh kemungkinan

–AADC 2

Ditampar Video: Web Series SORE dan Interview Sociolla

Setelah kemarin aku dibuat terkesima serta baper mampus oleh web series dari Tropicana Slim yang baru, SORE, aku jadi teringat web series keluaran Axe edisi Keenan Pearce jaman kapan yang saking ngenanya, sampai aku tulis. Lagi asyik nonton ulang, ada video rekomendasi yang diupload Sociolla. Video itu berupa wawancara singkat Keenan Pearce dan Ananda Putra tentang kehidupan mereka. Sebenernya biasa sih, tapi ada satu hal yang membuatku tercengang karena ‘menendang’ kegundahan akhir-akhir ini. Kata Keenan,

Continue reading “Ditampar Video: Web Series SORE dan Interview Sociolla”

Understood, Capt!

Minggu pagi setelah aktivitas rutin (menonton Doraemon), aku lanjutkan dengan menyetel Captain Fantastic (2016) dari Yana. Karena toh hari ini tidak ada rencana maupun kekuatan untuk kemana-mana, satu film bisa lah ya. Seekor rusa yang lagi jalan santai di tengah hutan mengawali film. Beberapa menit kemudian terlihat seorang berwajah hitam  karena lumpur mengintip dari balik semak, mengintai. Dengan kelihaiannya, si Rusa ditangkap, dibeset lehernya hingga darah habis, lalu diseret ke sungai untuk dibersihkan. Orang berwajah hitam lain datang dari segala sisi, menyaksikan orang yang menerjang rusa tadi diresmikan kedewasaannya oleh si tertua, dengan darah rusa yang dioleskan ke T-Zone dan disuruh memakan entah jantung atau hati.

“Yana, itu Captain Fantasticnya?” tanyaku selagi si tertua membersihkan wajah, khawatir ini film suku-suku terpencil Amerika. “Iya.” kata Yana meyakinkan. “Ini film tentang apa yan?” aku semakin penasaran. “Lu mah maunya dispoilerin. Ini tentang keluarga yang tinggal di hutan, nyari makan dari alam, belajar bertahan hidup,” gerutunya. “Mereka ke kota gak? Bajunya bikin apa beli apa gimana?” cecarku. “Engga. Bajunya bikin sendiri kali. Eh gak tau, gak dijelasin. Udah nonton aja deh.” tetap berusaha menjelaskan. “Oke.” kataku mencoba menikmati film.

 Dari film ini, aku memaknai beberapa hal:

Continue reading “Understood, Capt!”

Cockroach Theory

Kesimpulannya adalah segala ketidaknyamanan yang kita rasakan, yang membuat kita beraksi ‘berlebihan’, semata-mata karena ketidakmampuan kita dalam menangani gangguan dari pihak eksternal. Maka daripada bereaksi, kita lebih harus merespon. Karena reaksi bersifat naluri, sementara respon bersifat sesuatu yang telah dipikirkan dengan baik. The only thing that you can blame is yourself.

Quote ini bisa menjawab kegelisahanku minggu lalu:

“A person is happy not because everything is right in his life. He is happy because his attitude towards everything in his life is right.”

Kodaline – Moving On

I can accept we’re growing older but I guess that’s just the way it has to be
I wondered how you still remembered me

Sometime in the future maybe we can get together, maybe share a drink and talk awhile
And reminisce about the days when we were still together
Maybe someday further down the line
And I will meet you there
Sometime in the future we can share our stories
When we won’t care about all of our mistakes, our failures, and our glories
But until that day comes along I’ll keep on moving on. I’ll keep on moving on