Another Cinnamon Story

Miwa, seorang teman yang cukup sering saya sebut dalam blog ini, mulai berkarya di studio panggangnya. Sebagai seorang lulusan pastry, ia kerap kali membuka pre-order kue yang didistribusikan dengan kurir online melalui layanan aplikasi. Pastry terbaru yang ditawarkannya ke pasar adalah Cinnamon Rolls dengan cream cheese frosting. Mendengar kata ‘cinnamon’ atau kayu manis membuat saya nggak mau ketinggalan batch kali ini. Langsung aja saya pesan saat kesempatannya dibuka.


Tadaa! Saya sengaja membuat konsep fotografi untuk sajian ini. Alasannya? Sesederhana saya cinta cinnamon. Ini makanan enak, yang dibuat oleh teman saya, dengan mimpi besar. Saya gak ingin memperlakukannya dengan biasa. Cinnamon Rolls ini harus diperlakukan dengan sangat layak.
Advertisements

potret langit permen kapas

langit lembayung tertangkap kamera. agak disayangkan sudut pengambilannya hanya dari balik jendela, sehingga kemelut kabel tiang listrik tertangkap jua. namun jangan salah, tanpanya, tidak ada kehidupan untuk kumpulan manusia di sekitarnya.

minggu, 30 desember 2018 // 18:30

May Day

Pernah liat dokumentasi kegiatan di @POST_santa tentang menulis suka-suka berupa puisi, cerita pendek, dan lain-lain yang merupakan interpretasi dari photobook berjudul InTransit:23 karya Fransisca Angela. Ketertarikan itu aku bagi di twitter dan coba minta dikabari kalo ada yang punya photobook untuk dipinjam. Karena gak ada yang bilang-bilang, akhirnya terlupa. Kemarin (30/4) liat ada photobook Diana F+ More True Tales & Short Stories di KUNST House. Setelah izin sama Galih (sebagai empunya) untuk dibawa balik ke kosan, aku berencana merayakan Hari Buruh ini dengan bikin puisi, cerita pendek, dan lain-lain yang terinspirasi dari photobook. Ini bukunya:

2018-05-02 07.04.48 1.jpg
Society of Lomographers. Diana F+ : More True Tales & Short Stories. 2007. Vienna: Lomographic Society International.

Gak semua foto dikembangkan, hanya beberapa yang menurutku menarik:

Continue reading “May Day”

Impulsif Sedunia – Butfirst Coffee Dharmawangsa

Sebulan sudah aku tidak pulang. Pulang kali ini didedikasikan untuk ‘persiapan’ sebelum resmi menjadi mahasiswa semester 5, membeli perlengkapan dasar yang entah kenapa hanya bisa dengan mudah ditemukan di toko langganan, dan yang utama adalah untuk menghadiri event tahunan yang sudah ditungg-tunggu.

Cafe & Brasserie Expo, yang telah dikepoin sejak bulan-bulan lalu, sangat disayangkan harus terlewat. Alasan kecil yang sangat fatal, karena tidak mendaftar. Awalnya, aku dan Alica kira ini seperti pameran JCC biasa yang dapat dikunjungi dengan bebas dan gratis. Namun, saat aku lihat kembali websitenya untuk melihat letak venue, ketentuan harus mendaftar beserta tarif yang dikenakan baru disadari. Aku coba untuk daftar namun tidak bisa. Aku mau nekat datang langsung, tapi tidak siap jika harus kecewa. Aku patah hati, pada diriku yang kurang teliti ini. Kesedihanku entah kenapa aku bagi ke Echa lewat chat. Tiba-tiba sebuah idepun tercetus, “Ca, jalan yuk. Deket-deket aja tapi biar bisa naik motor. Kemang ya.”

Continue reading “Impulsif Sedunia – Butfirst Coffee Dharmawangsa”

00:20 – McD Late Night Order

Sleepover atau biasa yang disebut dengan istilah nginep, udah jadi hal biasa dalam pertemanan. Apalagi lingkungan mahasiswa yang didominasi oleh anak kosan. Kegiatan nginep tentu dilakukan dengan berbagai tujuan. Biasanya karena ada temen yang gak ngekos tapi pulangnya kemaleman karena ada acara di kampus, ngerjain tugas kelompok yang ribet sampai malam, ngomongin curhatan siang yang belum selesai, hingga ngungsi dari kosan sendiri karena bosen sama kamarnya. Nginep bukan berarti cuma numpang tidur. Bisa jadi ada pertukaran informasi tentang si A yang lagi deket sama cowok, tentang  si B yang berprestasi dan ganteng tapi belum punya pacar, hingga perguruan si C yang suka ngasih advice bagi teman-temannya yang jomblo akut. Continue reading “00:20 – McD Late Night Order”