Protected: Who Am I in 5 Years From Now

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Advertisements

Sore yang Cantik

“Mengapa Sore selalu cantik?”

IMG_20181228_173704_672

Cantik itu subjektif. Tidak semua suka sore, waktu tanggung antara Siang dan Malam. Kadang, orang lebih suka Siang yang terang benderang, lainnya memilih malam yang gelap gulita dengan alasan beragam.

Bahkan Sore yang kamu anggap cantik dengan kemilau sinar oranye, pada waktu tertentu terlihat kelabu. Pernah suatu waktu ia terlihat gelap dan sedikit basah. Pada bulan tertentu, tidak tanggung-tanggung banjir terjadi akibat hujan besar di sore hari.

Sore tidak selalu cantik, tapi kamu yang membuatnya menarik. Lewat cerita, harap, kenangan yang disusun melalui perspektifmu. Segala sesuatu hidup dalam perspektif orang lain dan kamu hanya bisa menunjukkan ingin seperti apa dilihat, bukan mengatur bagaimana orang melihat.

Harga Pulang

Tidak ada upaya romantisasi dalam sebuah harap ingin pulang. Harga yang harus dibayar tidak lagi mahal demi ada di rumah. Tidak melulu tentang nominal, melainkan waktu, jarak, juga kesempatan.

Pilihan itu banyak, tapi tanganmu hanya dua. Bukan untuk menggenggam yang kanan dan yang kiri, tapi untuk memeluk satu yang di tengah, agar erat dengan penjagaan yang tepat.
_

00:11
Travel memasuki perbatasan kota,
aku pulang.

Titik

Explaining is tiring, hope it’s worth it.

Siapa sangka hari ini jadi Hari Menjelaskan Sedunia. Setelah semua ditekan karena anggapan bahwa aku terlalu transparan hingga tidak lagi punya sisi misterius yang menggelitik rasa penasaran, membiarkan isu jadi tebak-tebakan, yang ada tebakannya banyak keliru. Kan gatal ingin meluruskan. Continue reading “Titik”

Uty, whom I admired

Processed with VSCO with  preset

Meeting with Uty was incredible. We always meet in sudden occurrences, having a short and a full understanding of each other. No burdens to talk about e.v.e.r.y.t.h.i.n.g. The one whom I admire and respect since our KKN days in Ciranjeng for her bluntness, her effortless traits, her sincerity, her wild habit but got the attitude and family-oriented girl. From the talk we did, she stated:

“You perceive everything is fun, Cha.”

Continue reading “Uty, whom I admired”

Bandung Beruntung

Bandung beruntung, ia dicintai penduduknya. Hingga pendatang penasaran ada apa di dalamnya. Saat mereka datang, merekapun jatuh cinta hingga waktunya mereka pergi. Beberapa yang bertandang sebentarpun paham mengapa Bandung patut dicintai.

Bandung beruntung, ia dicintai penduduknya, para pendatang, hingga mereka yang baru mengenal permukaannya — kecuali di akhir pekan.

24 Oktober 2018
Bandung

__

Travel membawaku dari Depok ke Bandung. Begitu turun, aku heran bagaimana kota ini bisa menyejukkan di waktu tanggung antara pagi dan siang. Ternyata, ia memang menyenangkan dan apa adanya.

Mencari Sosok Kopi dalam Cokelat

“Mungkin kamu mencari sosok, mungkin sifatnya ada di sesuatu yang kamu temui, tapi bukan seperti sesuatu itu. Melainkan seperti sosok yang kamu cari tersebut.” – Dinda Amalia Rizki, 01/08/18

WhatsApp Image 2018-10-21 at 16.57.52
Anak sastra indie ngobrol sama puun.

Keadaan gue sekarang bikin gue gak bisa lagi minum kopi. Gak mungkin gue nikmatin cairan pekat itu, tanpa khawatir kafeinnya bangkitin episode yang merugikan gue dan orang sekitar secara emosional. Gue percaya ada korelasinya antara kafein dengan keadaan gue setelah dokter, psikolog, dan banyak artikel ngebahas tentang Do’s and Don’t’s orang kayak gue.

Continue reading “Mencari Sosok Kopi dalam Cokelat”

“Cha, makasih ya.”

“Iya mas, makasih juga. Kalo kemarin gue bilang gak bisa, mas kepikirannya siapa?”

“Gak ada, ya dikerjain sendiri. Belom ada yang bisa gantiin lo sama si Ndut. Gak tau deh bakal ada atau enggak.”

“Gak apa-apa, gue gak kemana-mana. Sekarang gue gak nyari mas, nunggu orang yang cari gue.”

“Kayak Yana?”

“Iya, kayak Yana. Dia hampir selalu nyari gue, makanya gue cari balik. Dengan kayak gitu, gue jadi tau siapa yang mau untuk gue isi hari-harinya, gue temenin, dengerin ceritanya, ketawa bareng, lengkapi idenya, diskusi untuk cari solusi, dipahami dan memahami, bantu kalo ada masalah.”

Tentang titik pertemuan; menemukan atau ditemukan, mencari atau dicari. Saling.

Kaya dalam Beragam Perspektif

Setelah hype film Crazy Rich Asian, gue jadi kepikiran, “Mau kaya deh”.

Kaya finansial, kaya waktu, kaya sabar, kaya ilmu, kaya ide, kaya perhatian, kaya hati, kaya tenaga, kaya koneksi. Biar kalo ada yang butuh bisa ngasih gak pake mikir, bisa bikin seneng, bisa bantu nemuin jalan keluar dari masalah. Bukan biar ngerasa superior, tapi biar ngerasa gak useless ada di tengah society. Bisa ngasih impact yang kecil maupun gede, bisa ngubah dunia sesederhana dunianya orang sekitar.

Biar kayak gitu, berarti ya belajar terus biar ningkatin kualitas, kerja di perusahaan yang bisa bayar gede. Posisinya juga di bagian yang penting buat diri sendiri, organisasi, dan masyarakat. Kalo berani, bikin bisnis sendiri biar buka lapangan pekerjaan. Manajemen bisnisnya dipertajam biar semua keurus dan tetep fokus. Pola hidup dijaga, dari makan, olahraga, olahrasa, social life, tidur, disiplin, ibadah, self-loving, bikin prioritas, dan lain-lain.

Manajemen segalanya harus jago. Pertajam manajemen waktu, manajemen finansial, manajemen komunikasi (lah?), manajemen sikap. Gak bisa asal let it live, let it jive. Tetep ada perencanaan, paling engga ya garis besarnya. Bikin tujuan besar, lalu bikin tujuan-tujuan kecil yang bisa wujudin tujuan besar itu. Kalo gak tau tujuan besarnya apa, jalanin dengan tujuan-tujuan kecil.

Pernah nonton interview artis sama curhatan orang di medsos kalo dia jalanin aja hidupnya, gak pernah mimpi jadi terkenal, mimpi kuliah di luar negeri, jadi A, jadi B. Tapi untuk jadi sebesar dan setseterkenal sekarang, mereka punya tujuan gak sih? Kayak “Gue gak boleh ngecewain orang tua nih,” atau “Ngapain lagi ya biar bisa bikin orang lain pinter?” atau “Bangun pagi ah biar duduk di bangku paling depan.” Itu contoh-contoh tujuan kecil yang gue maksud. Sangat sederhana, tapi efeknya gede.

Mau jadi Sine qua non (/ˌsni kw ˈnɒnˌsɪni kwɑː ˈnn/;[1]Latin: [ˈsine kwaː ˈnoːn]) or condicio sine qua non (plural: condiciones sine quibus non) is an indispensable and essential action, condition, or ingredient. It was originally a Latin legal term for “[a condition] without which it could not be”, or “but for…” or “without which [there is] nothing”. “Sine qua noncausation” is the formal terminology for “but-for causation”.

Source: wikipedia.com