Yes the world is already full, its complexity is overwhelming, your looks shows who you are and each level, each stage of anything has different treatment. Fortunately, the world isn’t created black and white

Tafia, February 1, 2019
Advertisements

potret langit permen kapas

langit lembayung tertangkap kamera. agak disayangkan sudut pengambilannya hanya dari balik jendela, sehingga kemelut kabel tiang listrik tertangkap jua. namun jangan salah, tanpanya, tidak ada kehidupan untuk kumpulan manusia di sekitarnya.

minggu, 30 desember 2018 // 18:30

Start Somewhere Else

I think it’s good to start a new life somewhere else. Start with a small circle, fewer responsibilities, leaving this all behind and never look back. Well, visit once per two years might be good.

Start at somewhere no one knows our story, keeps us mysterious, clean and clear, looks simple, no small talk, just a regular one intended to know “the new neighbor”. Perhaps create a new hobby would be refreshing. New life, new society, new activity, or new identity would be better.

It’s warm Sunday afternoon, beautifully spent with family, comfort food, and good books but I still want to move.

//16:15

Sore yang Cantik

“Mengapa Sore selalu cantik?”

IMG_20181228_173704_672

Cantik itu subjektif. Tidak semua suka sore, waktu tanggung antara Siang dan Malam. Kadang, orang lebih suka Siang yang terang benderang, lainnya memilih malam yang gelap gulita dengan alasan beragam.

Bahkan Sore yang kamu anggap cantik dengan kemilau sinar oranye, pada waktu tertentu terlihat kelabu. Pernah suatu waktu ia terlihat gelap dan sedikit basah. Pada bulan tertentu, tidak tanggung-tanggung banjir terjadi akibat hujan besar di sore hari.

Sore tidak selalu cantik, tapi kamu yang membuatnya menarik. Lewat cerita, harap, kenangan yang disusun melalui perspektifmu. Segala sesuatu hidup dalam perspektif orang lain dan kamu hanya bisa menunjukkan ingin seperti apa dilihat, bukan mengatur bagaimana orang melihat.

Seseorang Sepertiku

 – Zhafir & Ivanasha

Seseorang berkata ingin menemukan dirinya versi yang lain, mungkin agar lebih mudah dimengerti dan memahami. Menurutku kalau ingin berhasil, kalau sifat dan kecenderungannya sama, minimal sikapnya beda. Kalau sama semua malah tumpang tindih. Maka banyak pula mereka yang memiliki sifat 180° namun tetap bersama.

Hal fundamental seperti prinsip, visi, dan misi butuh untuk sama agar tercipta titik temu. Keberadaan perbedaan itu mutlak, agar dapat saling mengisi bagian yang kosong, menjadikannya lengkap. Itulah yang menjadikannya indah, sebuah seni menemukan yang tak pernah terpikirkan.

Lemari

Lemarimu penuh dan aku gak suka berjejal dalam ruangan sempit. Rapikan, buang yang gak lagi perlu. Kalau memang gak mau usaha beres-beres, jangan beli isi baru. Makanya cari kualitas dan sesuai dengan yang kamu suka, agar awet. Lemari tambahan bukan solusi, malah bikin mubazir dan mempersempit rumah. Lagian, emang kamu bisa bayarnya? Itu kan gak ternilai.

Bukan karena lemah, tapi hanya lelah selalu mengalah yang berujung pergi dan menyendiri. Dalihnya untuk menjaga diri. Sejengkal dua jengkal benar, sisanya masih misteri.

P.s. Lemariku sudah rapih

Harga Pulang

Tidak ada upaya romantisasi dalam sebuah harap ingin pulang. Harga yang harus dibayar tidak lagi mahal demi ada di rumah. Tidak melulu tentang nominal, melainkan waktu, jarak, juga kesempatan.

Pilihan itu banyak, tapi tanganmu hanya dua. Bukan untuk menggenggam yang kanan dan yang kiri, tapi untuk memeluk satu yang di tengah, agar erat dengan penjagaan yang tepat.
_

00:11
Travel memasuki perbatasan kota,
aku pulang.

Tanggal Merah

Mereka meninggalkan ibu kota, ingin rehat sejenak di daerah. Menghirup udara segar, merasakan suhu yang sejuk, lepas dari padatnya lalu lintas. Berharap menghilangkan penat sehari-hari, katanya.

Dasar manusia, ternyata tidak satu dua yang berpikir sama. Meninggalkan kota besar karena terlalu padat, malah memindahkan kepadatan ke tempat lain. Sementara ibu kota mengosong dan menjadi nikmat bagi mereka yang bertahan.